Tampilkan postingan dengan label Pandai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pandai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 April 2015

Harga Timur Lenk di Dunia

Nasarudin Hoja, Harga Timur Lenk di Dunia Timur Lenk masih meneruskan perbincangan dengan Mullah Nasruddin soal kekuasaannya."Mullah...

Itik berkaki satu

Nasaruddin Hoja, Itik berkaki satu Sekali lagi Mullah Nasruddin diundang Timur Lenk. Mullah Nasruddin ingin membawa buah tangan berupa it...

Keledai Membaca

Nasaruddin Hoja, Keledai Membaca Timur Lenk menghadiahi Mullah Nasruddin seekor keledai. Mullah Nasruddin menerimanya dengan senang hati....

Keadilan dan Kelaliman

Nasaruddin Hoja, Keadilan dan Kelaliman Tak lama setelah menduduki kawasan Anatolia,Timur Lenk mengundangi para ulama di kawasan itu. Set...

Relativitas keju

Nasaruddin Hoja, Relativitas keju. Setelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira, "Aku ...

Susu dan garam

Nasaruddin Hoja, Susu dan garam. Nasrudin dan Ali merasa haus, mereka pergi ke sebuah warung untuk minum. Karena uang mereka hanya cukup...

Sekalian saja bawa semuanya

Nasaruddin Hoja, Sekalian saja bawa semuanya. Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapa...

Disuruh untuk mengawasi pintu supaya tidak ada pencurinya

Nasaruddin Hoja, Disuruh untuk mengawasi pintu supaya tidak ada pencurinya. Suatu hari Nasrudin kecil ditinggal ibunya untuk pergi ke ru...

Kera Tahan bau Nasrudin

Nasaruddin Hoja, Kera Tahan bau Nasrudin. Istri Nasruddin menginginkan binatang piaraan, maka ia membeli seekor kera. Nasruddin tidak se...

Nasrudin pergi bercukur

Nasaruddin Hoja, Nasrudin pergi bercukur. Nasrudin dianggap sebagai guru sufi bahkan ia dipanggil sebagai Mullah, hal ini menujukkan dia...

Saya bukan sayuran

Nasaruddin Hoja, Saya bukan sayuran. Suatu kali Nasrudin menjadi orang penting di istana. Ia gunakan posisinya ini untuk menunjukkan car...

Naik Kapal yang mau tenggelam

Nasaruddin Hoja, Naik Kapal yang mau tenggelam. Kapal tampaknya mulai tenggelam. Para penumpang yang sebelumnya menertawakan peringatan ...

Menuang gandum yang bukan miliknya

Nasaruddin Hoja, Menuang gandum yang bukan miliknya. Nasrudin kedapatan sedang menuang gandum milik tetangganya ke dalam karung gandumny...

Membantu orang membayar hutang

Nasaruddin Hoja, Membantu orang membayar hutang. “Saudaraku,” kata Nasrudin kepada seorang tetangga, “aku sedang mengumpulkan uang untuk...

Menghabiskan halwa masakan istri

Nasaruddin Hoja, Menghabiskan halwa masakan istri Suatu hari Nasrudin meminta istrinya untuk memasak halwa, masakan dari daging yang dib...

Memberi nasihat gratis

Nasaruddin Hoja, Memberi nasihat gratis. Suatu hari Nasrudin pergi ke rumah hartawan untuk mencari dana. “Bilang sama tuanmu,” kata Nasr...

Nasrudin di tangkap waktu perang

Nasrudin Hoja, di tangkap waktu perang. Ketika perang Salib, Nasrudin tertangkap dan dikenai kerja paksa di sebuah parit dekat benteng A...

Kehilangan sorban

Nasaruddin Hoja, Kehilangan sorban. Suatu hari Nasrudin kehilangan sehelai sorbannya yang bagus dan berharga mahal.“Kamu tidak sedih Nas...

Siapa yang salah kalau kecurian

Nasaruddi Hoja, Siapa yang salah kalau kecurian. Suatu hari Nasrudin dari istrinya pulang dan mendapati rumah mereka telah dimasuki penc...

Menolong bulan

Nasaruddin Hoja, Menolong bulan Ketika sedang berjalan-jalan, Nasrudin melewati sebuah sumur yang membuatnya ingin melihat ke dalamnya. ...